header umma faha

5 Kriteria Memilih Gamis Muslimah

Posting Komentar
Assalamu'alaikum, kemarin kita membahas mengenai manfaat hijab, sekarang saatnya belajar mengenai kriteria gamis syari sesuai anjuran. Belajar lagi yuk...

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan” (QS. Al A’raf: 32)

Gamis merupakan salah satu bagian penting dari berhijab. Istilah Gamis berasal dari kata Khomis. Bentuknya berupa baju kurung sepanjang mata kaki, umumnya dengan lengan panjang, serupa dengan Jubah, Kaftan atau Tunik. Gamis merupakan sejenis baju kurung yang dominan digunakan di Timur Tengah dan negara-negara Islam.

Muslimah harus memiliki kriteria khusus sebelum memilih gamis untuk dikenakan. Setiap individu pasti punya preferensi yang berbeda-beda. Namun islam telah memberikan panduan untuk melindungi perempuan.

Kriteria Memilih Gamis untuk Muslimah

Hal ini ternyata sesuai dengan kriteria gamis untuk muslimah. Gamis daster ini juga cukup memenuhi aspek syari. Adapun kriteria memilih gamis untuk muslimah yaitu :

1. Menutup aurat wanita

Pakaian yang sesuai syari yaitu yang menutup seluruh aurat perempuan dan perhiasan yang dipakai. Kita tahu bahwa seluruh tubuh perempuan baligh yaitu seluruh tubuh selain telapak tangan dan wajah.
 

2. Tidak berfungsi sebagai perhiasan


“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (HR. At-Tirmidzi, Shahih)

Seorang wanita tidak berhias tetap terlihat cantik di depan laki-laki yang bukan mahromnya karena ulah syaitan. Apalagi jika dia berhias dengan pakaiannya?


“Janganlah mereka menampakan perhiasan mereka.” (QS. An-Nur:31).

3. Kainnya tebal tidak tipis dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh


“Ada dua golongan dari umatku yang belum pernah aku lihat: (1) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang-orang dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring (seperti benjolan). Mereka itu tidak masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya surga tercium sejauh jarak perjalanan sekian dan sekian” (HR. Muslim)

Pemilihan jenis dan tekstur bahan sangat penting dalam gamis. Kain tipis dapat menampakkan bentuk tubuh perempuan. Tekstur melar juga bisa menempel sehingga mengikuti bentuk tubuh.

4. Tidak diberi pewangi atau parfum


“Perempuan mana saja yang mengenakan wewangian lalu melewati sekumpulan laki-laki, sehingga mereka mencium wangi harumnya maka ia adalah seorang pezina.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

5. Lebar dan longgar

Berpakaian tertutup sepanjang hari di luar rumah pastilah tidak nyaman. Pakaian longgar akan lebih nyaman dan tidak sumpek. Gamis yang longgar tidak membatasi gerak ketika beraktifitas. Selain itu bahan tidak mudah robek, dan akan lebih leluasa bergerak. Kulit juga bisa bernafas dengan baik dan mudah berkeringat.

Cerita Umma Tentang Pakaian

Umma bersyukur terlahir dalam keluarga islam. Meskipun jaman dahulu kami tidak mendapat pendidikan islam secara formal. Namun pondasi islam masih tetap ada meski hidup ditengah kepercayaan leluhur.

Sejak kecil kami diajarkan untuk berpakaian secara sopan. Terbiasa menggunakan "baju muslim" saat mengaji maupun acara-acara hari raya. Jika melihat potret masa kecil, akan nampak umma kecil mengenakan trend khimar di jamannya. Hehe.

Meski tidak secara tersirat maupun tersurat, pengetahuan mengenai kriteria memilih gamis untuk muslimah tertanam kuat. Saat mulai remaja akhirnya memutuskan diri untuk menggunakan hijab seutuhnya. Kedua orang tua sempat ragu dengan keinginan tersebut.

Tahun 2006 berhijab belum menjadi trend, namun umma remaja mendapat panggilan melalui mimpi. Berkali-kali mimpi melihat truk besar di jalan yang biasa dilewati saat pulang sekolah. Umma merasa malu sekali dalam mimpi tersebut karena merasa tidak menggunakan pakaian yang pantas (telanjang).

Awal berhijab


Momen kenaikan kelas menjadi baru loncatan umma untuk minta ganti seragam. Alhamdulillah umma hanya perlu membeli baju atasan dan kerudung. Untuk bawahan memang sudah panjang sejak awal sesuai peraturan sekolah.

Jauh sebelum berhijab pun misal akan membeli pakaian baru. Pasti bapak punya rambu-rambu dalam memilih pakaian. Jiwa muda umma, "Iya juga ya kalau ujung bagus doang dikelihatanya tapi gak nyaman kenapa dibeli? Nanti pasti tidak kepakai dst."

Sejak saat itu, menutup kepala seutuhnya malah enak banget. Meski saat itu belum belajar mengenai pakaian syari. Umma remaja cukup mengenakan celana jeans, kaus atau kemeja lengan panjang plus kerudung.

Pakaian anak SMA kalau itu belum "trendy" seperti saat hijabers menyerang. Kerudung segiempat cukup mudah ditemukan. Atau menggunakan hijab instan merk rabbani yang menjadi andalan.

Belakang saat masuk Perguruan Tinggi baru tergerak hatinya untuk belajar menggunakan rok karena peraturan fakultas (Kedokteran). Model hijab saat itu mulai bermacam-macam dengan keribetan. Tapi umma lebih memilih menggunakan segi empat. Kala itu bahan paris menjadi andalan, jika ingin syari ya harus dobel biar tidak terawang.

Saat bekerja tuntutan pekerjaan membuat umma muda ya kembali dengan setelan sneli. Pakaian syari sulit digunakan untuk bekerja bersama hewan (anjing/kucing). Untung mulai banyak model khimar syari instan kala itu yang bisa diajak sat set.

Mata Jendela Nafsu

Selepas lahirnya FaHa, suami meminta umma menutup tubuh lebih sempurna. Salah satunya adanya perubahan tubuh paska melahirkan yang dirasa makin bahenol. Perubahan tersebut jelas menampakkan lekuk tubuh jika menggunakan pakaian sebelumnya.

Umma barulah mulai mencari dan membeli gamis. Harga gamis tahun 2018 tergolong tinggi untuk kualitas premium. Berbeda dengan saat ini gamis harian nyaman bisa diperoleh di bawah harga 100rb.

Umma mulai saat itu makin getol mengkoleksi pakaian. Berburu diskon dan flash sale brand premium pun dijabanin. Namun ternyata pakaian tersebut sayang dipakainya untuk harian.

Setelah umma banyak belajar, akhirnya umma sadar betapa bahaya nih mata perempuan terhadap "perhiasan dunia". Pakaian yang umma dahulu buru hanya keluar dari lemari sekali atau dua kali dalam setahun. Pakaian itu ternyata hanya pas untuk menghadiri acara resmi misalnya hajatan atau kondangan yang hanya sebentar.

Sedangkan yang sehari-hari dipakai malah gamis daster. Pakaian tersebut mudah dibeli kapan saja dan dimana saja. Motif, warna maupun modelnya saat ini juga sangat bervariasi. Kecintaan umma dengan gamis daster karena modelnya yang longgar dan bahannya yang nyaman. Ada yang sama?

Gamis Produk Indonesia

Baju muslim di Indonesia sebenar cenderung longgar sejak dahulu. Namun fashion mode barat seringkali mendominasi. Dress dengan potongan dan puluhan kutnad sempat menjadi pakaian selebriti. Tanpa sadar trend tersebut diadopsi menjadi trend.

Alhamdulillah saat ini banyak pengusaha muslim yang bergerak dalam industri fashion muslim. Gamis berbagai bahan, model, motif maupun warna saat ini mudah ditemukan. Harganya juga disesuaikan dengan kualitas pakaian.

Pakaian muslimah Indonesia juga mulai dikenal dunia dengan trendnya. Insyallah gamis ciptaan anak negeri sesuai syari. Go export!!!

Penutup

Demikian kriteria memilih gamis untuk muslimah. Semoga kita bisa terus menjaga warisan ini untuk anak cucu. Salam sehat. Walaikumsalam.

Related Posts

Posting Komentar